ALHAMDULILLAH, JURNAL IMARA MEMPEROLEH AKREDITASI SINTA-4

Batusangkar - Alhamdulillah...Puji syukur kepada Allah Swt, setelah melalui rangkaian perjuangan yang panjang, akhirnya IMARA: Jurnal Riset Ekonomi Islam FEBI IAIN Batusangkar berhasil menjadi Jurnal terakreditasi peringkat 4. Pencapaian ini tertuang dalam Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 85/M/Kpt/2020 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2020. 

Dekan FEBI IAIN Batusangkar, Dr. Ulya Atsani, SH, M.Hum merasa haru dan bangga dengan pencapaian yang luar biasa tersebut. Adalah suatu kebanggaan bagi institusi akademik memiliki Jurnal Ilmiah yang terakreditasi. Untuk itu sebagai Dekan beliau menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada pengelola IMARA dan semua pihak yang telah berkontribusi terhadap pencapaian akreditasi ini. Ke depan Dekan berharap, akreditasi ini semakin menantang Fakultas dan pengelola untuk menjaga dan meningkatkan mutu IMARA dan menjadikan  sebagai wahana komunikasi ilmiah di antara peneliti, akademisi, dan masyarakat pengguna untuk mencapai sasaran, yakni guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan memenuhi kebutuhan pembangunan di Indonesia.

 

Sementara itu M. Deni Putra yang didampingi Widi Nopiardo dan Farid Ahmad Marlion selaku pengelola IMARA menyatakan bahwa proses akreditasi IMARA dilakukan mengacu kepada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 9 tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Adapun persyaratan  pengusulan Akreditasi Jurnal Ilmiah antara lain 1) Memiliki ISSN dalam versi elektronik (e-ISSN) dan atau cetak (p-ISSN), 2) Mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman website jurnal, 3) Terbitan berkala ilmiah harus bersifat ilmiah, 4) Terbitan berkala ilmiah telah terbit paling sedikit 2 tahun berurutan, terhitung mundur mulai tanggal atau bulan pengajuan akreditasi, 5) Frekuensi penerbitan berkala ilmiah paling sedikit 2 kali dalam satu tahun secara teratur, 6) Jumlah artikel setiap terbit sekurang-kurangnya 5 artikel, dan 7) Tercantum dalam Portal Garuda (garuda.ristekdikti.go.id). Setelah semua persyaratan terpenuhi, pengelola jurnal mengajukan akreditasi setelah sebelumnya mendapatkan akses login, dengan mengisi 4 borang yaitu borang identitas terbitan berkala, borang dewan penyunting, borang perkembangan terbitan berkala, dan borang evaluasi diri. Selanjutnya sebelum disubmit, dilakukan beberapa kali rapat evaluasi untuk memastikan bahwa isian dilakukan sesuai dengan pedoman. Akhirnya proses submit dilakukan tanggal 5 Februari tahun 2020. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya sebagaimana yang sudah kita ketahui keluar peringkat akreditasi Sinta-4 lanjut Deni sembari menyampaikan terima kasih kepada Dekan dan pimpinan FEBI yang telah mendukung proses akreditasi Jurnal. Widi Nopiardo, selaku yang membidani lahirnya IMARA menambahkan bahwa jurnal ini terbit pertama kali tahun 2017 (vol 1) sebanyak 1 nomor, tahun 2018 (vol 2) sebanyak 2 nomor, dan tahun 2019 (vol 3) sebanyak 2 nomor. Banyak tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberkalaan terbitan terutama dalam mendapatkan artikel, karena statusnya yang belum terkareditasi. Mudah-mudahan dengan hasil akreditasi ini, tentu kendala tersebut akan teratasi. Selamat untuk IMARA. 
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.