Rabu, 14 November 2018

DEKAN HADIRI PEMBUKAAN PESONA FEBI 2018




Batusangkar, 14 November 2018 Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar kembali mengadakan kegiatan Pesona FEBI yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun bagi organisasi yang berada pada naungan fakultas tersebut. Pesona Febi adalah Pekan seni olahraga dan agama yang merupakan program kerja bidang minat dan Bakat DEMA FEBI tahun periode 2018. 

Bertempat di Lobby Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN batusangkar, kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Dekan Dr. Ulya Atsani, SH., M.Hum. selain itu juga dihadiri oleh Elfina Yenti, SE., Ak., M.Si., CA Selaku Wadek 1 FEBI, Dr. David, S.Ag., M.Pd selaku Wadek 3 FEBI, Arif Zunzul Maizal, M.Ag Selaku Kabag Tata usaha FEBI serta panitia dari kegiatan Pesona Febi dan mahasiswa.

Kegiatan yang bertemakan Dengan Semangat Pesona Febi Kita Tingkatkan Prestasi dan Kreatifitas Mahasiswa Febi menurut Ulya Atsani merupakan kegiatan yang sangat strategis sekali bagi kita sebuah perguruan tinggi, oleh sebab itu disetiap kegiatan fakultas dalam konteks dunia kerja tidak hanya pada bidang pengetahuan tetapi juga dibidang olahraga, seni dan agama. 

Yang menentukan keberhasilan sebuah institusi adalah termasuk kepada alumni tersebut. Ulya berharap kemampuan olahraga, seni dan agama ditingkatkan dari waktu ke waktu. Selain itu Ulya juga mengungkapkan bahwa Pesona Febi menjadi ajang berkompetisi dengan jujur untuk mendukung sportifitas  dan kreatifitas mahasiswa dan juga mengucapkan terimakasih karena banyak hal yang kita peroleh dari acara ini, bukan hanya sekedar proker tetapi untuk belajar ke arah yang lebih baik. Sebelum membuka secara resmi ulya berpesan bersainglah secara sehat dan baik. 

Wulan sebagai Pjs Ketua Umum Dema mengatakan kegiatan ini diangkat untuk menjalin silaturrahmi dari 7 jurusan yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar dan Wulan juga berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta mengutamakan sportifitas dan solidaritas. Kemudian Arfan Riswanda selaku Ketua Panitia dari Kegiatan Pesona FEBI 2018 mengharapkan kepada seluruh peserta lomba agar dapat menunjukkan kemampuan dalam bidang yang diikuti serta bermain secara sportif. (merry)


Share:

Sabtu, 03 November 2018

Kamis, 01 November 2018

Visiting Doctor Jurusan Perbankan Syariah



Batusangkar, Kamis 1 November 2018 Jurusan Perbankan Syariah adakan kegiatan Visiting Doctor bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar. Pada kegiatan Visiting Doctor kali ini menghadirkan Narasumber  Bapak H. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol sekaligus juga pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah pada Bank Nagari Syariah.


Kegiatan yang  bertemakan “Perkembangan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) tentang Financial Technology (Fintech) dan E-Money” ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar Dr. Ulya Atsani, SH., M.Hum juga dihadiri oleh Wakil Dekan I, Kepala Bagian Tata Usaha dan beberapa Dosen di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta mahasiswa dari Jurusan Perbankan Syariah. 

Ulya Atsani dalam sambutannya mengatakan bahwa visiting doctor sudah menjadi tradisi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar , minimal masing-masing jurusan melakukan 1 kali dalam 1 semester atau 2 kali dalam setahun. Selain itu dengan tema yang menarik Ulya menghimbau kepada mahasiswa agar memanfaatkan moment ini sebaik mungkin karena bisa saja dari pembahasan ini menjadi salah satu sumber rujukan untuk penulisan skripsi nantinya. 

Disamping itu Ahmad Wira sebagai narasumber mengatakan bahwa produk-produk perkembangan bank syariah merupakan pengembangan dari bank konvensional. Fintech dan E-Money boleh selagi tidak ada unsur gharar (ketidakjelasan), maisyir (bertaruh), tadlish (penipuan) dan spekulasi (pendapat/dugaan). Uang elektronik (e-money) syariah pertama di Indonesia hadir pada tahun 2016 produk tersebut bernama True Money.

Pada akhirnya Ahmad Wira menyimpulkan perkembang teknologi yang semakin maju menuntut zaman milenial untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut dengan syarat tetap mengikuti sesuai dengan syariah yang ada. Setiap produk yang dikeluarkan perbankan harus ada fatwa yang mengaturnya. (mo/dl)




Share: